Selasa, 26 Agustus 2014

Pengampunan di Antrian Panjang BBM

Maybe, saat ini setiap orang merasakan bahwa untuk beli BBM memerlukan pengorbanan ya. Hari ini terjadi pada gue. Sebelumnya, tepatnya kemarin malam, saat lewat salah satu pom bensin di daerah Jogja, gue kaget ngeliat antrian bensin yang panjang. Parahnya, gue malah ketawa-ketawa sambil bilang "Ngapain kali ngantri bensin sepanjang itu?" Hinaan gue membawa gue masuk ke dalam kenyataan pahit untuk ngantri bbm yang antriannya bahkan lebih parah dan sangat jauh lebih parah daripada yang gue lihat di malam sebelumnya. Gue gak terlalu paham mengenai kebijakan pemerintah soal BBM ini, yang jelas hal ini sangat merugikan terutama dari segi waktu, karena antrian memakan waktu lama, bahkan membuat kemacetan di jalan. Salah satu teman gue, dia lebih kasian lagi, sudah ngantri nyaris 1 jam, ternyata bbm nya habis. Oh no. Ini sesuatu banget kan. Gue gak bisa berbuat banyak, hanya bisa bantu doain pemerintah untuk mengambil keputusan yang tepat mengenai BBM ini.
Terlebih penting adalah ada satu kejadian di pom bensin tadi yang membuat gue belajar sesuatu. Singkatnya begini ceritanya. Saat ngantri di pom bensin tadi, antrian terbagi menjadi 4 jalur, yang menuju ke 2 pengisian. Jadi, 2 barisan untuk 1 pengisian. Sebelah gue tadi ada dua orang Mas-mas yang datang setelah kami. Saat udah deket untuk diisi, mereka maksa untuk nyerobot dan tanpa sedikitpun mau ngalah. Harapan gue adalah gue yang datang duluan dilayani lebih dulu, sayangnya mas-mas ini gak punya budaya antri sepertinya. Yaudahlah ya, daripada maksa, mengalah lebih baik. Honestly, kesel banget sih sebenernya, soalnya cara kedua pria ini tidak menunjukkan jenis kelamin mereka yang pria. Dilihat dari mukanya pun, mereka lebih tua dari gue dan mereka gak menunjukkan tingkah laku yang sesuai sama umur mereka. Memang sih ini hal sepele, hanya saja kasian melihat tingkah orang yang tidak berperilaku sesuai seharusnya. Untuk kalian yang merasa lebih dewasa, sebaiknya mengalah saja dengan orang-orang seperti ini dan mengampuni. Awalnya kesel banget, tapi masalah kecil kok ga bisa mengampuni. Jadi, antrian BBM yang panjang ini membawa gue untuk melihat lebih jauh lagi sesungguhnya dunia ini. Saat ini kita bisa saja dikelilingi orang-orang baik, tapi kita juga perlu tahu ada orang-orang yang punya maksud gak baik buat kita. Jangan terpengaruh sama mereka, tapi buat hidup kita lebih bermakna dengan membalasnya dengan kasih. Yup! Love!

Senin, 25 Agustus 2014

Hidup Jomblo

"Jomblo"? Hari gini jomblo?? Entah kenapa, pertanyaan atau statement semacam ini sering banget keluar dari mulut kita. Jomblo sering diidentikan dengan loneliness, sengsara di malam minggu, dan segala hal yang negatif. Penilaian semacam inilah yang membuat banyak orang mencoba mencari "pasangan hidup"nya buru-buru. Siapa yang dilihat oke, yang kasih perhatian lebih, kita merasa mereka adalah orang yang tepat untuk menggantikan kesepian. The fact is there are more people that are hurt than people are single. 
Kenapa sih gue bisa bilang begini? Coba aja bayangin, banyak dari mereka yang mencoba untuk mencari pasangan secepat mungkin, yang tersimpan dalam benak mereka adalah yang penting mereka gak kesepian. Sesungguhnya, mereka adalah orang yang sangat teramat kesepian. Kenapa gue bisa bilang jahat? Ngatasin kesepian diri sendiri aja mereka gak bisa, butuh bantuin lawan jenis. Semakin banyak orang mencari pengganti loneliness ini, maka semakin tidak akan ada hasil. Hubungan kayak gini gak akan bertahan lama (ya mungkin gak semua) karena masa pedekate kemungkinan hanya berlaku sementara dan buru-buru meresmikan hubungan untuk bisa dilihat orang banyak. Pedekate yang sebentar membuat kita gak akan bisa kenal lawan jenis kita semakin dalam. Ya.. memang kita gak bisa kenal orang 100%, tapi pastikan bahwa mereka adalah orang yang tepat. 
Jadi, intinya bersabarlah. Jomblo tidak selalu negatif. Ini pengalaman pribadi ketika single di antara teman-teman yang heboh untuk bisa deket sama lawan jenis. Teman-teman gue cerita banyak hal soal cowok, yang ini suka sama A, yang satunya suka sama B, bulan depan ketemu mereka udah bisa ganti pasangan lagi. Dan gue?? Masih stuck gak suka sama siapa-siapa. Kenapa? Bukannya gue sombong, selera tinggi atau gimana, tapi mencari yang pas dan yang terakhir itu bukan sekedar seperti beli bolpoint di toko buku, bahkan beli bolpoint aja kita pastiin bolpointnya nyaman dipakai dan tintanya bekerja. Sayangnya, pasangan hidup gak segampang itu. Banyak banget hal yang harus dipikiran. Ini hal-hal klise yang sering didenger orang tapi gue yakin harapan setiap pasangan, ketika kita menemukan lawan jenis yang kita sayangi, kita hanya berharap bahwa merekalah yang terakhir yang bisa sampai ke jenjang pernikahan. Itu pun yang gue mau. Klise memang. Tapi gue kuat-kuat aja di antara teman-teman gue yang hectic soal cowo. Satu hal yang terpenting, gue gak merasa kesepian.
Nah ini nih yang harus ditanamin buat para jomblo, mumpung single, kenapa kita ga manfaatin waktu semaksimal mungkin? Carilah kegiatan sebanyak-banyaknya, pasti jadi banyak temen juga. The point is single adalah masa ketika kita dipersiapkan untuk menjadi pasangan yang terbaik bagi calon pasangan hidup kita nanti. Jadi, persiapkanlah diri sebaik mungkin. Gak usah peduli sama apa yang orang bilang. Mereka gonta-ganti pacar dan sakit hatinya juga berkali-kali. Kalau mereka yang sabar, walaupun pahit awalnya, yang penting endingnya bisa menemukan pasangan hidup yang tepat dan the best pastinya.
Ini cuma sekedar pandangan yang gue lihat dan simpulkan dari apa yang terjadi di sekitar gue. Jadi, gak bisa dipukul rata ke semua orang. Just enjoy and thank you for reading :)