Kamis, 16 Januari 2014

Family is a God's Idea

I used to have a complete family, but it just happened until I was three years old. Then my mother and I moved to Tangerang and lived with my grandpa and grandma. As a child I didn't understand why it happened and I never asked my mom about my dad. I felt happy with all I have that time, even though never keeping in touch with my dad.
Now, I just live with my grandpa. My mother and grandma have gone first, their home in heaven have finished. I never know why this should happen. I am not angry, I realized I can't find the answer now. I lose father's figure since I was child, but it doesn't matter to me (I think). Thing that I've never thought to happen, I also have to lose mother's figure. 
I remembered that day. I slept at ICU room, waited for mom who suffered. Suddenly she could not breathe and the breath lost forever. As the only that I have, I never thought that I had to through my life without her. It was so sad. Blue and gloomy. 
No matter what happens, He loves so much! I cry sometimes if I miss her, but I never live in sorrow or sadness. Today, when I opened my IG, I found a picture, daily quote from Hillsong. It is written "Family is a God's Idea". It made me thinking deeply. When He created me, He has known what will happen to me. Everything that I face is God's plan. So, when I've to lose mom, I think it is the time for God to proccess me more. He wants me looking deeply to His love and more to Himself as the One who will take of me. How great Jesus is! We have to proud having God like Him. The second thing that I realize, I still have a complete family. I have God as my Dad and my Mother, why should I worry?? Nothing. Jesus besides me :) Losing my mom doesn't mean that I lose my life. It just a start to go somewhere better. Just believe in Him. He will be never dissapointed us.
I think those are the reasons why I can keep smile. :D

Kamis, 09 Januari 2014

Your ex is your friend or your enemy.

I think have many friends is a good idea, but how if you have to make a friend with your ex? Is it difficult? Or maybe, you haven't move on, have you? Sometimes, it is hard to be a friend with the one who had left you. But.. I think, you can't save the hatred inside your heart. I just conclude what should you do with your ex to be a friend or if it is possible, be a best friend.
  1. Evaluation. What do I mean by evaluation? Maybe you think, you don't have any mistake that make the relationship broken. I reckon you think about it twice. We can't always blame our ex. We should look inside. Take some minutes to think how your relationship was. Did you do all perfect? Remember, nobody's perfect! Face your faults. Maybe you had faults that you never think about it before. 
  2. Elimination. Forget what has happened. You can't stay in the past, your life is a long journey. Why are you busy of former? If you had mistake in your relationship, just let the mistake go. Take the thing that you can learn, but don't bring the mistake to your future. Let the garbage memories go off. You should create a new and memorable one in the future.
  3. Now! Become friend! Forget about the past, and may your ex be your friends. I think it doesn't matter being friend with the ex. Your ex doesn't mean your enemy. Maybe, she/he is just a jumping stone for you to find someone better in the future. If you have forgive your ex and yourself, you will find a real peace and joy because grudge just makes you in a misery. 
I don't mind to teach you. I just want to share what I feel. It is better not to have an enemy. When I can see that I can be friend for my ex, I'm satisfied.

Selasa, 07 Januari 2014

If God pleases

What do you want in your life?
I think I have summarized mine.
It will happen if God pleases :)

  1. If God pleases I want to go to Paris and London. Having a holiday in those famous and fabulous countries.

  2. If God pleases, I want take my master degree in Columbia University School of International and Public Affairs. I want to take International affair subject because this is what I want since high school.

  3. If God pleases, I want to be a career woman who works in Embassy. Or, maybe I can be a writer, scriptwriter or a novelist such as JK Rowling and Stephen Mayer. Cool!

  4. If God pleases, I want to be a dancer. In my busy activities, I still want to do my hobby: dancing. Dancing in Church, or if God pleases, I want to be a dancer for Hillsong concert, isn't it awesome? :) 

  5. I also want to have fun. If God pleases, I want to watch One Direction's concert! Wow! How handsome they are :3
  6. If God pleases, I want to have the SLR Camera and Galaxy notes this year (2014). If only God pleases.

I don't want force it will happen. I just let God work within me. I can have those things if only God wants it happening. I will work hard, but God decides :)

Kamis, 02 Januari 2014

New Year 2014 : New Hope

Wow! Awesome! I've through 2013. I've never regretted 2013, but I'm so thankful of it. Even though 2013 is the hardest time (I think) because I've lost my best Mommy, I've got so many lessons in 2013. Thank God I can pass 2013 without crying or hopeless, and I am more thankful that I can enter 2014 with full of hope. I did not know what exactly will happen this new year, I just lay my life on God's feet. I know He will protect me as He did in 2013. 
In 2014, I have some wishes that I hope I can reach it in 2014. 
  • I want to be a English novelist! I don't know why I can get this crazy thing, but I will do this. I will make an amazing novel. 
  • I want my GPA 3.75! It means that I have to study hard! Ganbatte!
  • I think I will join Youth service in Yogya, because in 2013, I hadn't join.
  • Being a powerful dancer!
  • Taking chinese lesson. 
  • Start making a thesis!
Yeah! 6 points that I hope I can get, not by my strength, but God's. I will let Him work in my life. I don't want limit God's work. Be unto me according to Your word, God. Love you so much, Jesus! :* 

Senin, 11 November 2013

I'm 21 years old now

Puji Tuhan! Hari ini berulang tahun ke 21 :) Bersyukur sekali atas penyertaanNya yang luar biasa, sehingga aku masih bisa ada sampai hari ini dengan keadaan yang sehat. Oke, aku mau mencoba mereka semua yang terjadi hari ini.
Begitu bangun pagi, aku berdoa walaupun ga bisa serius doanya karena ada Ka Ven nginep dan suara TV. Aku sadar banget pagi itu kalau aku sudah 21 tahun. Aku masih merasakan biasa saja, belum ada hal yang spesial, ulang tahun seperti rutinitas yang terjadi setahun sekali. Begitu buka tab dan handphone, rasa syukur mulai timbul karena beberapa orang mengingat ulang tahunku. Aku menjalankan rutinitasku seperti biasa, bangun, siap-siap dan kuliah. Sayangnya, aku memang kurang semangat hari ini karena aku kelelahan akibat kemarin melakukan aktifitas seharian. Pengen banget untuk bolos pagi itu, cuma Tuhan seperti bilang untuk aku tetap harus kuliah. At the end, ini seperti kado dari Tuhan buat aku yang lagi kelelahan, kelas morphosyntax kosong. Bersyukur banget, langsung buru-buru pulang ke kost. Cuma 1 hal yang pengen aku lakukan saat itu adalah bersih-bersih kost dan laundry baju. Kamarku berantakan dan kotor banget. So, aku bersih-bersih kamarku. Kemudian, aku harus lanjut lagi ke kampus karena aku masih ada kerja kelompok poetry. Untuk pertama kalinya, aku ulang tahun tapi masih sibuk dengan semua aktifitasku, jadi gak berasa ulang tahun. Kerja kelompok cuma sampai jam 1. Aku balik lagi ke kost dan tidur. Lelah banget rasanya, cape dan agak sedikit menyesal kenapa kemaren malem ikut main seharian. Jam 2an aku bangun tidur, langsung ke perpus dan beli pulsa modem. Planningku adalah aku mau cari buku untuk poetry, tapi aku gak bisa menemukan, yang aku dapet malah buku untuk prose. Yasudahlah, kembali ke kost, coba ngerjain poetry walaupun sedikit ga paham. Kemudian santai-santai gak jelas yang nyaris ketiduran.
Sekitar jam 8an, tiba-tiba Febe ke kamar tanya-tanya tugas writing, awalnya sih biasa aja, ternyata dia, Dika, Lidya, dan Jennie datang kasih surprise ke aku. Puji Tuhan! Seneng banget! Gimana ya, awalnya aku tidak mengharapkan apa-apa dari ulang tahunku ini, tapi masih ada orang-orang di sekitarku yang sayang dan peduli sama aku.
Di hari jadi yang ke 21 ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu sendiri di kost. Aku gak nyesel, tetapi menumpuk rasa bersyukurku lebih lagi. Aku mencoba flashback mengingat semua kejadian dari tepat setahun yang lalu sampai hari ini. Aku gak tau gimana cara menjelaskannya, yang bisa aku simpulkan adalah anugerah Tuhan itu besar dalam hidupku. Begitu banyak kejadian, baik senang ataupun sedih, yang benar-benar Tuhan pakai untuk membentuk aku. Bersyukur sekali pokoknya! Tuhan Yesusku ajaib! Aku sadar hariku ini mungkin ga spesial seperti orang-orang lain, tapi asal aku bisa dekat dengan Yesus saja, buat aku itu lebih dari cukup. Karena Dia lah sumber segalanya. Awalnya aku khawatir ulang tahunku akan biasa-biasa saja, tapi begitu aku ingat kepadaNya, aku tahu hari ini aku tetap spesial! Tidak perlu perayaan yang istimewa, yang aku perlukan adalah perenungan untuk 1 tahun yang baru ini supaya bisa lebih baik lagi.
Sejak hari minggu kemarin, aku sudah mendapatkan visi dari Tuhan yang harus jadi pegangan hidupku untuk tahun ini bahkan untuk ke depannya. Aku percaya bahwa aku akan pergi ke London, dan menjadi duta besar Indonesia. Muluk-muluk? Bagi Tuhanku itu adalah perkara mudah! Rasanya di umur 21 ini aku harus sudah benar-benar tahu visiku dan harus melakukan banyak hal untuk menggapainya. 21 tahun adalah tahun anugerah dimana Tuhan akan limpahkan kepintaranNya yang lebih lagi, hikmat yang dari padaNya, kasih yang tulus, berkat yang luar biasa, dan penyertaanNya yang tiada henti. 
Ulang tahun tanpa kado dan tanpa mami, itu juga yang aku rasain juga hari ini. Kado mungkin hal duniawi yang bisa aku lupakan, tapi seorang ibu jelas gak bisa dilupakan. Aku khawatir sekali beberapa hari ini, aku takut merayakan ulang tahun sendiri. Tapi begitu hari ini, khawatirku hilang, aku hanya mengalami rasa rindu padanya. Aku tidak bisa buat mami balik, aku cuma bisa bilang terima kasih untuknya yang sudah membesarkan aku. 1 lagi, papaku sampai saat ini pun belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Sedih? Ya begitulah. Setelah mami tiada, yang aku harapkan untuk ulang tahunku adalah kehadirannya. Sayangnya dia juga seperti gak ada. Aku percaya Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan pemulihan di dalam keluargaku, memulihkan hubunganku dengan papaku. Ini hanya sedang dalam proses. Aku harus tetap berdoa untuk keluargaku.
Apapun yang terjadi di hari ini, aku mensyukurinya. Aku tahu Tuhan punya rencana yang besar. 21 tahun adalah tahun yang baru yang penuh dengan anugerah Tuhan. Terima kasih Tuhan Yesus :)

Jumat, 08 November 2013

Hakone Ramen House and Japanese Fusion Yogyakarta

Kali ini aku mau sok-sokan review makanan :p
Sudah pernah ke Hakone Ramen di Jln Colombo Yogyakarta? Oke, langsung aja ya, jujur dan to the point. Aku sebagai pencinta wisata kuliner, gak suka. Menurutku rasanya terlalu menusuk, banyak banget rempah-rempah di dalamnya yang aku gak ngerti. Kebetulan aku makan ramen chicken katsu dengan level kepedasan 3 (1-5) dan minum lemon oolong tea. Berhubung fotonya belum kupindahin ke laptop jadi gak bisa pamer fotonya, but kalo uda kupindahin pasti kumasukin.
Yang jelas menurutku makanan dan harganya ga sesuai. Ramen chichken katsu seharga 41.5k dan minumannya 9.5k. Minumannya masih mending sih, cuma bisa didapetin di tempat lain dengan rasa yang sama dan harga yang lebih murah. Makanannya lebih parah lagi. Kemahalan dan gak enak. Cuma itu sih yang kudapet. Tempatnya memang enak, tapi kalau makanannya gak enak yang sama aja boong.
Kurasa minumannya juga lebih kece dibandingin ramennya, belum nyoba sih, hanya liat customer lain yang beli. Tapi terlihat menarik, mungkib boleh dicoba tapi minumannya aja. :p

Kegalauan Menuju 21 Tahun Sudah Berakhir

Merasakan bahwa segala sesuatunya tidak akan berakhir baik? Ya inilah yang akhir-akhir ini aku alami dan khawatirkan. Khawatir adalah hal yang paling amat mudah melumpuhkan semangat manusia. Aku nyaris masuk ke dalam hal ini. Puji Tuhan, Dia beri aku bahu yang kuat dan hati yang lembut untuk tetap semangat menjalani semuanya.
Kekhawatiran menuju umur 21 tahun benar-benar menyiksa. Bukan menyiksa, aku hanya memikirkannya terlalu keras. Aku meras bahwa aku belum dewasa. Actually, I must not say that. 21 tahun ini memaksaku untuk aku harus menjadi dewasa, dan memang sudah seharusnya begitu. Banyak sekali yang akhir-akhir ini kupikirkan, terutama mengenai keluarga. Aku selalu berharap bahwa aku bisa tinggal serumah dengan ayahku sendiri tanpa ada lagi cacian dari orang lain. Yang lebih penting lagi, aku berharap aku tidak merepotkan keluarga besarku. Aku mau 21 tahun, masa iya aku masih mau merepotkan orang lain. Aku sadar diri bahwa aku harus bisa jadi orang mandiri. Fokus utamaku hanyalah keluarga, terlebih lagi Papaku. Selain itu, yang membuatku khawatir adalah kerinduan akan mamaku. Aku mau ulang tahun, dan hampir di setiap ulang tahunku, pasti ada Mami. Kali ini aku harus terima kenyataan bahwa aku tidak akan merayakan ulang tahun bersamanya. She just looks at me from heaven, I think. Hal-hal seperti inilah yang membuat aku ragu, tapi di satu sisi aku tidak pernah lupa untuk berdoa. Melalui doa kutemukan jawaban dari setiap kekhawatiranku.
Maybe, we know song "Alpha and Omega" by Israel Houghton. This song is so inspiring! Lagu ini menguatkan yang memberi aku satu jawaban pasti. Tuhan Yesus Kristus kita adalah awal dan akhir. Dia yang menciptakan kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, maka Dia tak mungkin meninggalkan kita. Aku yakin dan percaya, di umurku yang mau 21 tahun ini, Tuhan sudah siapkan rancangan yang luar biasa. Ada atau tidak adanya Mami, tidak akan mengurangi rasa kasih Tuhan melainkan kasihNya akan semakin bertambah dan terus bertambah. RancanganNya ajaib! Itu yang aku yakini! Kekhawatiranku dikalahkan dengan statement "TUHANKU TAK PERNAH GAGAL". Aku tahu bahwa aku tidak pernah salah mempercayakan hidupku kepada Tuhan. Dia menciptakan dengan tujuan khusus dan besar, dan aku akan dibawa sampai kepada tujuan tersebut. Bukan karena kemampuanku sendiri tapi semuanya oleh kasih karunia Tuhan. Umur 21 tahun nanti adalah tanda bahwa kasih Tuhan masih ada dan semakin besar di dalam hidupku. Tanpa Mami, aku punya seorang ibu yang lebih luar biasa lagi yaitu Bapa di surga. 
Saat ini, kalau kamu merasa khawatir, lihatlah ke atas, bahwa bintang di langit masih banyak, sebanyak itulah harapanmu yang kamu gantungkan pada Tuhan.